Menulis Sebagai Terapi Galau

Raditya Dika dalam film “Cinta Brontosaurus” pernah mengilhamiku bagaimana harus mengobati rasa galau, meski akhirnya ku urungkan. Dalam film itu, Miko (tokoh yang diperankan Raditya Dika) duduk diatas atap sebuah SPBU untuk menikmati indahnya langit malam yang berhiaskan bintang sebagai pengobat kegalauaannya.  Dengan di iringi sebuah music yang mendayu dan angin yang sepoi, si pembuat film menjadikan tingkah konyol Miko malam itu begitu mendamaikan dan sangat menarik untuk dicoba. Saat itu juga terlintas dibenakku untuk mencobanya, saat aku galau nanti. Masalahnya adalah, SPBU mana yang memperkenankan aku untuk memanjat atapnya?, nampaknya tidak ada.

Begitupun dengan “Kuggy”, tokoh utama dalam Novel dan film“Perahu Kertas” yang memilih mencurahkan keluh kesahnya dalam selembar kertas, lantas melipatnya menjadi sebuah perahu dan menghanyutkanya di sungai, dia juga pernah menginspirasiku. Setidaknya ada alternative mengatasi kegalauan ketimbang hanya menuliskanya di status FB, yang sudah barang tentu akan dilihat ratusan orang. Cara itu urung juga kulakukan, selain tempat berada sekarang jauh dari sungai atau laut, bagiku menghanyutkan perahu kertas di sungai atau laut berarti juga mengotorinya, aku tak mau. Akhirnya kuputuskan memilih menumpahkan uneg-uneg, kegundahan, kerisauan, kegalauan dalam pikiranku melalui perangkat leptop. kubahasakan kegundahan dipikiran, menjadi sebuah rangkaian abjad, kumpulan kata, yang akhirnya kusimpan dan kubagi di blogku. Untuk sementara cara ini terbilang cukup ampuh.

(ini ceritaku, apa ceritamu…..)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s